Selasa, 19 April 2011

Hari Pertama

Entah angin apa yang membawa bibit sayang kepadaku. Dimulai dari sebulan yang lalu. Percakapan yang sungguh teramat biasa, yang berlanjut.
Pikiranku terusik. Entah mungkin karena wadah yang bernama hati ini begitu kosong dan kering. Perlahan kau isi dengan tetes demi tetes perhatian. Ku tampung dengan penuh kerelaan.
Aku pasrah.
Sapaanmu adalah yang kutunggu. Di dalam mimpi sekalipun. Ketiadaanmu itu seperti pelangi yang di cat hitam. Mungkin malaikat akan bosan mencatat kegiatanku yang itu-itu saja. Menanti. Dan akan bosan dengan doaku yang kamu-kamu saja.

Teruntukmu yang telah meroboh pertahanan, selamat malam!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar