Hai, kamu. Kali ini aku sudah bisa lantang
menyapa.. lewat tulisan. Apa? Kamu ga dengar?
Ah, sudahlah. Kamu terus saja menutup
kupingmu dengan yang lalu-lalu.
Apa kabar, kamu? Kabarku lebih dari
sekedar baik, tiap melihat ceriamu. Sementara ketika menatap wajah lelahmu, aku
sering berharap bisa meminjam jubah Harry Potter dan memijit pundakmu. Atau
berubah menjadi twit lucu di timeline untuk memancing senyummu.
Eh, kamu tau ga? Kadang aku suka
mengandai-andai tiap kali aku kangen.. aku sebut nama kamu dan kamu muncul di
hadapanku. Kan aku lupa, kalau ‘kita’ ga hidup di dunia sihir. ‘Kita’ hidup di
pikiranku.
Kau bilang aku tak waras?
Entahlah.. aku sudah lupa apa itu ‘waras’
sejak mengenalmu.
Selamat malam, kamu. :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar