Selamat tanggal 14, sayang..
Aku takkan berjanji untuk terus mengingat tanggal ini. Maka biarkanlah
aku menuliskan apa yang mungkin aku harap lupa -- suatu saat.
Kau dengar tidak, gemeletuk gigi-gigi malam? Bunyinya bikin aku susah
tidur. Hari makin dingin rupanya, semenjak tiada aku di hatimu. Atau semenjak
pantai tiada berombak? Apalah itu -- yang tak kupahami.
Khayalku makin menjadi-jadi sejak tiadamu. Ketika bangun pagi, lidahku
senang bermonolog “selamat pagi, sayang” sambil kemudian mengecup kelopak
matamu. Ketika beranjak tidur, ada kita yang sedang bercakap-cakap di dalam
pikiran.
Ada-ada saja, ya?
Duh, apalah yang kutulis ini. Serupa repetan nenek renta yang sedang
kambuh penyakit rematiknya.
Aku baik-baik saja oh kekasihkuMasih dengan cinta yang terus bertahan untukmuMeski di kota ini banyak yang mengganggukuWajahmu terus mengingatkankuRinduku yang bertahan untukmu
Potongan lirik dari lagu yang kau kirim – sebulan yang lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar