Selamat tanggal 14, sayang..
Kurasa tak perlu menanyakan kabarmu,
karena kutahu ragamu sehat. Bahkan pipimu makin bulat. Bagaimana jiwamu? Dari
yang kubaca, tampaknya sedang banyak hal yang membuatmu berbahagia. Iya, aku
tak lupa, sayang. Bahwasanya kesedihan adalah sosok selain aku, yang tak pernah
menduakanmu.
Bila mengucap kata “sayang” padamu adalah
dosa besar, maka mungkin aku adalah makhluk paling bahagia yang berenang dalam
kubangan nanah kesedihan di dasar neraka. Maka dengarlah aku, yang tak lelah
menyanyah.
Sayang,
Aku tahu bahwa kau tahu aku tak pernah
mampu bersandiwara di hadapanmu. Aku merindumu dengan pamrih, tapi tidak dalam
mencintaimu. Biar cintaku tak setulus cinta ibu. Kata “ikhlas” mungkin adalah
kebohongan manusia yang paling umum. Namun, dengan adamu, aku belajar jujur.
Aku tak lupa akan nasihatmu untuk menjaga
perasaanku baik-baik. Namun sebagai pembangkang sejati, aku lebih memilih untuk
menjaga perasaan ini baik-baik.
Sayang,
Aku ngantuk. Tapi sebelum aku jatuh terlelap,
aku ingin memelukmu.
Bismillah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar