Senin, 14 Januari 2013

Sesaat Yang Seabad (4)

Selamat tanggal 14, sayang...

Awalnya aku ingin mengucap "Selamat Tahu Baru" padamu. Namun ada kalimat yang lidahku lebih senang mengucapkannya: "Selamat dirindukan olehku!"

Begitu banyak cerita yang ingin kupingku dengar darimu. Namun lebih banyak lagi cinta yang kusiapkan untuk bekal hariku yang tanpamu. Ya, rinduku selalu mengandung pamrih akan sebuah kehangatan yang lenganmu dapat berikan.

Sayang,

Rindu ini begitu kuat memukul dan hatiku lebam dibuatnya. Adakah sisa debar yang pelan berdenyut di dada kirimu? Karena selain doa, rasa percaya akan sebuah harapan adalah kompres untuk demam pada tubuh kewarasanku.

Bila hujan mampu merembesi dinding kamarmu, pun air mata membasahi sarung bantal di bawah kepalaku... maka selain di kening, aku ingin menyerap masuk ke rongga dadamu kembali.

Sayang,

Bisa saja kutekan nomor handphone-mu untuk sekejap saja mendengar suara yang kerap menggaung di dalam ruang ingatan. Hanya saja, menahan-nahan ingin dan mencipta angan sudah menjadi kebiasaanku.

Bolehkah aku mengecap riang yang seperti tanggal 14 istimewa pertama hadir dalam hidup?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar