Jumat, 20 September 2013

Yang Entah



Jumat, 20 September 2013
Pukul 09.55 WIB
Diketik pakai laptop kantor

Hai, lelaki yang menghidupkan gilaku..

Tidak akan pernah ada cukup kata untuk menerjemahkan gemuruh di dada ini. Itulah mengapa aku lebih senang diam ketika berhadapan denganmu. Iramanya tak tentu, seperti bayangan-bayangan ketakutan yang kerap muncul di pikiran kita masing-masing. Tapi apalah artinya rasa takut, bila denganmu gilaku hidup.

Aku sakau akan pelukmu, mas. Sungguh ingin kupeluk tubuh penuh peluhmu semalam, namun kutahan karena kutahu lenganku kan melemah setelah tubuh itu lepas. Kusimpan sedikit aroma tubuhmu di kepalaku, agar aku belajar cara menghematnya sebelum sakau menjelang. Karena tidak pernah ada sabar yang cukup.

Kesepian adalah sahabat.. sebelum kita bersama. Maka harusnya ia tak pernah benar-benar asing saat kita sedang tak bersama.

Kepada waktu,
Kuserahkan perasaan yang entah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar