Kepada lelaki yang menghidupkan gilaku,
Tampaknya di waktu yang tidak sebentar dan juga tak lama ini, masih banyak yang mesti kupelajari. Maka ajarilah mataku untuk percaya bahwa segala hal adalah fana, saat melihatmu mengelus lembut kepalanya. Maka ajarilah kepalaku untuk percaya bahwa kata-kata tak berarti apa-apa, saat perhatianmu atas kesembuhannya tak pernah kurasa. Maka ajarilah mulutku untuk percaya bahwa diam berarti baik-baik saja, saat canda mereka terlontar seolah di kehidupanmu aku tak ada.
Demikianlah aku yang begitu perasa, yang mencoba menabahkan dada.
Kuselipkan doa di bawah bantalmu,
Tampaknya di waktu yang tidak sebentar dan juga tak lama ini, masih banyak yang mesti kupelajari. Maka ajarilah mataku untuk percaya bahwa segala hal adalah fana, saat melihatmu mengelus lembut kepalanya. Maka ajarilah kepalaku untuk percaya bahwa kata-kata tak berarti apa-apa, saat perhatianmu atas kesembuhannya tak pernah kurasa. Maka ajarilah mulutku untuk percaya bahwa diam berarti baik-baik saja, saat canda mereka terlontar seolah di kehidupanmu aku tak ada.
Demikianlah aku yang begitu perasa, yang mencoba menabahkan dada.
Kuselipkan doa di bawah bantalmu,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar